Nov 10, 2021
Randi Setyawan
Untuk pertama kalinya “Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial
BPSKL Wilayah Sumatera”, dilaksanakan di Bogo, tanggal 28 – 29 September
2021 secara hybrid oleh Direktorat Kemitraan Lingkungan bersama Balai
Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Sumatera.
Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan
Lingkungan, dihadiri 10 pendamping terbaik dari 10 Provinsi se Sumatera,
Dinas yang membidangi Kehutanan, Pusat Penyuluhan Lingkungan Hidup
Kehutanan , TP2PS (Tim Pengggerak Percepatan Perhutanan Sosial , dan
Direktorat lingkup Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan .
Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan menyampaikan agar
menggunakan kesempatan ini secara efektif efisien, untuk membangun forum
komunikasi dengan kepengurusan yang baik sebagai media komunikasi dan
konsultasi sesama pendamping.
Beliau juga menyampaikan agar pendamping terbaik dari masing-masing
Provinsi bisa menjadi “Duta Perhutanan Sosial“, yang mampu memotivasi
dan menginspirasi pendamping dan kelompok lainnya dalam membantu
keberhasilan progam perhutanan sosial. Agar forum ini dapat dilaksanakan
di empat BPSKL lainnya, pesannya.
Selain itu, dalam acara ini Direktur Kemitraan Lingkungan
menyampaikan terkait Kebijakan Pendampingan Perhutanan Sosial dalam
PermenLHK No. 9/2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Direktur
BAPENAS memaparkan Kebijakan dan Anggaran dalam mendukung Program
Perhutanan Sosial dan perihal Evaluasi Pendamping PS tahun 2019 – 2021
diulas oleh Kepala BPSKL Wilayah Sumatera.
Pada sesi malam, pendamping terbaik berdasarkan rekomendasi Balai
PSKL dan Dinas Kehutanan dari Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi
Sumatera Barat berbagi cerita, dalam success story pendampingan
perhutanan sosial di lokasi dampingannya. Dilanjutkan dengan diskusi
tiga kelompok (kelola kelembagaan, kelola usaha dan kelola kawasan),
sambil berkreasi membuat “Yel-yel” perhutanan sosial sebagai penyemangat
antar kelompok.
Di hari kedua, kelompok menyampaikan hasil diskusi, dengan beberapa
masukan untuk meningkatkan kinerja pendamping. Disampaikan
permasalahan/kendala masing-masing kelola, usulan solusi dan saran
tindak lanjut, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi pendampingan ke
depannya.
Pada sesi akhir forum, pendamping sepakat mendeklarasikan
terbentuknya “Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial Wilayah
Sumatera”.